Mengampuni Itu Hebat (Matius 18 : 21 – 35)

Pdt. Iky Sumarthina · Sept. 12, 2026

Kata “mengampuni” dalam bahasa Yunani adalah “aphiēmi” yang artinya “melepaskan”, “meninggalkan”, “membiarkan pergi”, “menghapuskan”. Kata ini telah ditulis di Alkitab sebanyak 143 kali, artinya mengampuni adalah hal yang sangat penting dan hal itulah yang Yesus Kristus selalu inginkan terjadi di dalam hidup kita. Meskipun Tuhan selalu siap dan ingin mengampuni kita, adapun dua hal tentang syarat pengampunan dosa dalam Kristen, yaitu pertobatan dan mengampuni orang lain, juga mengakui dosa dan berproses dalam pemulihan.


Pernyataan Tuhan Yesus tentang berapa banyak Petrus (kita) harus mengampuni orang lain bermakna pengampunan yang sebenarnya yaitu disertai dengan sifat “melupakan”. “Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. Ketika mereka (orang yang meminta pengampunan) telah bertobat dan berlutut memohon pengampunan, sebagian besar dari kita dapat mengampuni, tetapi Tuhan telah meminta agar kita mengampuni bahkan mereka yang tidak bertobat ataupun meminta pengampunan dari kita .… Inilah arti mengampuni dan “melupakan” yang sebenarnya. Artinya pula, menyerahkan orang itu dalam tangan Tuhan semata.


Kita diberikan Tuhan akal budi, hikmat dan kebijaksanaan untuk berwaspada terhadap orang tersebut agar kita tidak kembali jatuh dalam pencobaan marah, dendam dan benci. Namun, mengenai hal pengampunan, kita tidak perlu terbeban dengan mengapa dia tidak pernah datang dan minta ampun kepada kita. Atau, kita khawatir ketika diampuni dia akan kembali berulah, karena semua itu akan menghisap habis sukacita dan damai kita. Ada kalanya kita tidak ingin memaafkan orang-orang yang telah berbuat salah kepada kita. Tindakan dan sikap hati kita itu tidak akan terlalu melukai orang yang kita benci, terutama jika dia berada jauh dan tidak bertemu dengan kita, tetapi kebencian dan kegetiran dapat merusak hati kita yang tidak mengampuni, hal ini dapat mengambil sukacita kita. Memiliki sifat tidak mengampuni orang lain akan menyebabkan kepahitan. Dengan mengampuni orang lain, kita membebaskan diri kita secara spiritual dan emosional. (IS) 

Khotbah Terkait

← Back to Sermons