Keluarga ditengah gempuran gawai.
SALATIGA – Dalam rangkaian Bulan Keluarga, salah satu program yang diadakan GKJ
Salatiga adalah talkshow bertema "Keluarga tetap hangat ditengah gawai
yang makin melekat" pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Materi disampaikan oleh
Ibu Liana Poejihastuti, seorang konselor dan penulis, yang mengajak jemaat
merenungkan penggunaan gawai dalam kehidupan keluarga.
Dalam paparannya, Liana menyampaikan bahwa gawai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menggerus kehangatan keluarga. Anggota keluarga bisa duduk bersama dalam satu ruangan, tetapi masing-masing sibuk dengan layarnya sendiri. Percakapan berkurang, perhatian terbagi, dan kedekatan emosional perlahan memudar.
Ia juga menjelaskan dampak psikologis dari kecanduan gawai. Di antaranya gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, mudah cemas dan gelisah saat jauh dari gawai, emosi yang mudah tersulut, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Pada anak-anak, paparan layar yang berlebihan dapat menghambat kemampuan berkomunikasi dan mengelola emosi.
Menurut Liana, kuncinya adalah bijak menggunakan gawai. Keluarga dapat menyepakati waktu bebas gawai, misalnya saat makan bersama, ibadah keluarga, dan menjelang tidur. Orang tua perlu menjadi teladan, karena anak lebih banyak meniru daripada mendengar nasihat.
Ditekankan jangan sampai gawai menggeser posisi Tuhan dalam hidup kita. Gawai hanyalah alat bantu, bukan pusat kehidupan. Ia mengingatkan jemaat pada firman Tuhan dalam Keluaran 20:3 ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” .Ayat ini menegaskan bahwa gawai tidak salah, tetapi kita tidak boleh diperbudak olehnya. Ketika waktu untuk berdoa, membaca firman, dan bercengkerama dengan keluarga tergeser oleh layar, saatnya kita menata ulang prioritas.
Sesi ditutup dengan tanya jawab. Jemaat diajak untuk mulai menerapkan kebiasaan sehat menggunakan gawai, agar keluarga tetap hangat dan Tuhan tetap menjadi yang utama. (Admin)