Hati Yang Gembira Adalah Obat
(Amsal 17:22)
Keseruan Puncak Bulan Keluarga GKJ Salatiga
Suasana halaman GKJ Salatiga mendadak riuh dan penuh tawa, Sabtu sore (7/11/2026). Area halaman gereja tampak begitu semarak merayakan puncak kegiatan Bulan Keluarga yang dimotori oleh panitia khusus. Alih-alih kaku, acaranya dibuat seru lewat aneka lomba kelompok yang mengandalkan kekompakan.
Mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak tumplek bleg menjadi satu. Ada lomba memindahkan bola pingpong hingga game yang paling mendebarkan: lempar-tangkap kantong air plastik antarwilayah menggunakan kain yang dibentangkan, di mana airnya tidak boleh sampai pecah! Keseruan ini melibatkan perwakilan dari empat wilayah: Jetis Timur, Jetis Barat, Cungkup, dan Kemiri. Nggak ketinggalan, ada juga area bazar yang bikin suasana makin meriah di tengah sore yang hangat.
Di tengah gelak tawa dan serunya kerja sama tim, kebersamaan ini ternyata menghadirkan efek penyegaran yang luar biasa. Seperti kata Bu Esti, perwakilan ibu-ibu, "Kegiatan hari ini nyata banget kalau hati yang gembira adalah obat. Dengan bersenang-senang, kita bisa sedikit melupakan sedih dan masalah karena ada sukacita bareng teman-teman." Pandangan serupa juga meluncur polos dari Dista, perwakilan anak-anak. Saat ditanya apakah hati yang gembira bisa jadi obat, ia menjawab lugas, "Iya dong! Kalau kita lagi sakit, obatnya ya bergembira."
Kebenaran sederhana ini dirangkum dengan apik oleh Pak Adi dari perwakilan bapak-bapak. Menurutnya, keseruan lomba-lomba hari ini adalah cara nyata jemaat mengimani firman Tuhan. "Saat beban hidup sejenak terlupakan karena kemeriahan lomba, di situlah kita mengimani ayat 'hati yang gembira adalah obat'. Kita jadi yakin, diberkati lewat kegiatan ini bikin kita makin sehat dan bersukacita," ungkapnya.
Rangkaian puncak Bulan Keluarga di halaman GKJ Salatiga mengingatkan kita bahwa gereja adalah ruang keluarga besar di mana sukacita dipupuk. Lewat tawa, cipratan air saat lomba, dan kebersamaan di bazar dan nyoto bareng, Tuhan merawat kesehatan jiwa dan raga kita. Jadi, sudahkah Anda tersenyum dan bersyukur hari ini? (Yustinus)